Saturday, February 15, 2020

Review A Crazy Little Thing Called Love

Review A Crazy Little Thing Called Love



Tahun 2011 lalu kita tengah di hebohkan dengan film Thailand yang katanya film romantic terbaik sepanjang masa. Apalagi kalau bukan The Little Things Called Love. Ahhh film ini memang benar-benar membawa kembali memori masa lalu saat sekolah. Film ini di perankan oleh aktor tampan bernama Mario Maurer, senior laki-laki yang sangat diidamkan di sekolah ini dibuat menjadi karakter yang cool dan jail. Film berdurasi 2 jam ini mampu menghipnotis para penonton untuk tenggelam ke kisah cinta tokoh utamanya. Film ini perpaduan dari kisah cinta, persahabatan dan hubungan keluarga.

Film ini di awali dengan seorang gadis bernama Nam bersama dengan sahabat perempuannya Cheer, Kie dan Nim yang senang memperhatikan kakak kelas yang ganteng-ganteng dan senang mempercayai ramalan, kalau di Indonesia bisa di bilang dengan weton, menghitung karakteristik pasangan. Nam ternyata telah menyukai kakak kelas tanpa memberitahukan sahabatnya.

Nam tinggal bersama Ibu, Adik dan tantenya dengan membuka sebuah restoran, karena Ayah Nam yang harus bekerja hingga ke Amerika. Suatu hari ayah Nam yang tidak dapat kembali ke Thailand harus meminta tolong pamannya untuk mengirimkan foto dan surat kepada keluarganya “Apabila anak-anak mendapatkan nilai dan peringkat tertinggi di sekolah, maka ayah akan membelikan tiket pesawat ke Amerika”. Nam yang dikenal tidak pandai di sekolah ini akhirnya memutuskan untuk giat belajar.

Keesokan hari nya, saat Nam dan teman-temannya sedang mengantri membeli minuman, Nam terjatuh karena terdorong dengan kakak kelas pemain basket yang tidak ingin mengantri. Karena kejadian ini dilihat oleh Shone, ia akhirnya membantu untuk membela Nam dan mengambilkan minumannya. Pembelaan ini tidak disukai oleh para pemain pemain karena di anggap jagoan, akhirnya Shone berkelahi dengan salah satu pemain basket.

Perkelahian yang di ketahui oleh guru ini, kemudian mengakibatkan Shone dan lawan kelahi nya di hokum, Nam yang merasa bersalah akhirnya memberikan obat kepada Shone sebagai permintaan maaf. Tak disangka, kakak kelas pujaan ini berterimakasih kepada Nam dan memanggil nama Nam. Padahal mereka belum pernah berkenalan.

Karena kejadian ini, Nam akhirnya senang sekali mengetahui namanya di ketahui Shone.
Nam, yang akhirnya menyerah dengan menutupi kisah cintanya di depan sahabatnya, kini dibantu untuk memikat hati Shone. Mulai dari memberikan cokelat di atas motor Shone. Sahabat Nam akhirnya mulai membantu Nam dengan melakukan banyak perubahan seperti mengajarkannya berlulur dan menggunakan masker agar dirinya lewat terawatt dan bersih.

--

Pada hari kelulusan, Nam di bantu dengan tiga sahabatnya untuk mengungkapkan perasaannya kepada. Setelah selesai menyampaikan apa yang dirasakan Nam selama 3 tahun ini, keadaan ini justru berubah menjadi sangat menyedihkan, dimana Shone baru saja berpacaran dengan temannya bernama Pin satu minggu sebelumnya.

Hal ini di karenakan Shone telah berjanji kepada sahabatnya Top yang juga menyukai Nam, diantara mereka berdua tidak boleh ada yang menyukai orang yang sama. Shone yang kalah cepat ini, akhirnya menerima keputusan tersebut.

Kekecewaan ini tidak hanya dirasakan oleh Nam tetapi juga dengan Shone, Shone selama ini telah menyimpan rasa juga kepada Nam dari sejak pertama kali melihatnya. Shone yang hobi fotografi ini ternyata diam-diam menyimpan foto Nam dan di simpan dalam sebuah album. Mengetahui Nam akan pergi ke Amerika untuk bertemu ayahnya dan Shone harus bergabung dengan tim bola, Shone bergegas ke rumah Nam untuk memberikan album yang selama ini disimpannya.

Tidak ada scene yang menceritakan apa yang terjadi dengan Nam saat melihat album yang ditaruh di teras rumahnya ini oleh Shone. Tahun berganti begitu cepat, selama 9 tahun, Nam dan Shone tidak lagi saling bertemu dan tidak bertukar kabar. Tak di sangka, Nam yang sukses menjadi wanita perancang busana dari Thailand. Nam begitu terkenal di berbagai negara dan Nam memutuskan untuk kembali ke Thailand.

Setelah kembali ke Thailand, Nam diundang salah satu televisi untuk berbincang-bincang mengenai kesuksesannya. Dalam acara ini, sang pembawa acara menyinggung kisah cinta Nam yang ternyata sudah di rencanakan. Shone yang di ketahui sebagai lelaki inspirasi Nam ini, datang ke acara televisi ini. Shone mengatakan bahwa dirinya belum menikah dan menunggu kedatangan Nam dari Amerika.

Film ini masih menyentuh hati walaupun telah di tonton beberapa kali. Kesedihan yang di rasakan keduanya karena saling gengsi dan tidak jujur dengan perasaannya masing-masing. Sehingga terjadi kesalah pahaman di antara keduanya.

Apakah kalian yang sedang membaca review ini juga merasakan hal yang sama?

Tapi, kisah cinta ini berakhir bahagia kok, guys. Hanya saja memang membutuhkan waktu yang lama aja. Gimana nih, guys? Tertarik untuk bernostalgia masa-masa sekolah?

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search