Tuesday, February 4, 2020

Review Disney Pixar "Coco"

Review Disney Pixar "Coco"

coco


Tepat tanggal 24 November 2017 lalu, Disney dan Pixar kembali membuat film animasi keluarga penuh makna, Coco. Cerita yang ada dalam film Coco ini sangat relateable dengan kehidupan sesungguhnya, yang dimana keluarga tidak mendukung bakat dan apa yang kita pilih. Film Coco ini masuk kedalam kategori Animasi Drama Musikal, walaupun mengangkat budaya Meksiko, tapi lagu-lagunya masih bisa banget dinikmati sama semua kalangan.

Perlu kalian ketahui nih, guys. Ternyata, film ini udah mulai dibuat dari tahun 2011 dengan beberapa penelitian ke Meksiko. Pixar Animation Studio berkolaborasi dengan tim konsultan budaya agar bisa menghidupkan cerita dan mempertimbangkan seluruh detail. Demi film Coco ini mereka sampe ngunjungin gereja, museum, pasar, hingga kuburan di Meksiko yang menjadi inspirasi untuk menciptakan kota Santa Cecilia.

Film ini bercerita tentang Miguel Rivera, anak laki-laki berumur 12 tahun yang memiliki antusias untuk bermusik. Miguel ini hidup di lingkungan keluarga pembuat sepatu yang sangat membenci musik, karena percaya bahwa musik adalah sebuah kutukan. Pokoknya tetangga dan acara tv gaboleh ada musiknya. Serem juga ya~ Miguel ini pengeeen banget untuk bermusik,  dia terinspirasi dari Ernesto de la Crus, penyanyi legendaris yang diidolakannya. Miguel juga jadi sering diem-diem buat main gitar di atas genteng rumahnya.

Sampai akhirnya Miguel terancam gabisa ikut acara perayaan di kotanya karena gitarnya di rusak sama neneknya hahaha kasian banget ya :’) Karena dalam film ini Miguel diciptakan pantang menyerah, Miguel berusaha buat ngambil gitar Ernesto de la Crus di makamnya dan bikin tubuh Miguel berada pada posisi hidup dan mati.

Dalam scene ini, Miguel jadi bisa melihat kehidupan orang-orang yang udah mati dan bertemu dengan keluarganya. Kalau Miguel mau kembali ke dunianya caranya adalah mendapatkan restu dari salah satu keluarganya yang sudah mati yaitu mama Imelda.

Mama Imelda ini adalah nenek buyut Miguel. Walaupun posisinya udah mati, mama Imelda tetep nggak mengizinkan Miguel untuk bermain musik, demi mengejar cita-citanya maka Miguel mencari cara "lain" agar bisa kembali ke dunianya sekaligus bisa bermain musik, dari sinilah dimulai petualangan Miguel di dunia kematian.
Menurut gue, alur cerita dari film ini sangat gampang di mengerti. Cocok banget buat nonton bareng keluarga sih ini. Film Coco ini mengajarkan mengenai nilai-nilai kehidupan dan mengajarkan bagaimana untuk memperjuangkan mimpi di tengah tekanan keluraga yang nggak ngedukung. Cerita yang disajikan bener-bener emosional, karena Miguel harus berjuang antara hidup atau mati dan berusaha membantu arwah keluarganya yang hampir dilupakan.

Karena dalam film ini juga menjelaskan tentang arti kematian, yang dimana para arwah yang ada masih bisa muncul di dunia kematian selama ada orang di dunia nyata yang masih mengingat mereka, kalau mereka dilupakan maka mereka akan mati beneran dengan nasib yang tidak diketahui alias hilang dari dunia kematian.

Kualitas animasi dari film Coco ini gausah di ragukan lagi, dari setiap tahun ke tahun Disney Pixar selalu punya kualitas yang oke bangeettt! Dan hampir mirip dengan bentuk aslinya.

Coba deh kalian tonton film Coco ini, trus kasih tau gue review versi kaliaaan!
Gue tunggu yaaa!

“we may have our differences, but nothing’s more important than family”
Coco 2017

Source image: Navypier.org, Circle of Cinema

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search