Thursday, February 13, 2020

Review IT: Chapter One




Hi Guys, mumpung menjelang kamis malam atau biasa disebut malam jumat, kali ini gue mau bahas yang horor-horor nihhh. Masih ingatkah kalian dengan badut berhidung merah yang sangat fenomenal? Apalagi kalau bukan film IT ya, guys.

Film ini menceritakan tentang suasana musim panas pada 1989 di kota kecil bernama Derry. Film ini diawali dengan turunnya hujan dan adegan kakak beradik, Billy dan Georgie. Saat billy sedang mengawasi adiknya bermain, tanpa disadari, Billy lengah dan tidak melihat lagi adiknya kemana. Film ini memunculkan scene dimana Georgie pergi mengejar perahu kertas yang hanyut terbawa arus. Tidak ada kabar dan tidak kembali, Billy kemudian mengajak teman gangnya untuk mencari adiknya yang hilang tanpa jejak.

Billy akhirnya mempelajari bagaimana cara hilangnya Georgie yang berhubungan dengan kasus orang hilang lainnya yang lagi booming banget di Derry.
Selama masa pencarian Georgie, Billy dan teman gangnya "The Losers Club", harus berhadapan dengan iblis berwujud badut yang ternyata menjadi sosok di balik hilangnya warga Derry secara misterius, termasuk adiknya Georgie.

--

Menurut gue, cerita yang diberikan dalam film ini cukup kompleks, tapi sangat mudah dipahami, even buat gue yang sama sekali belum pernah baca novelnya. Film ini detail banget certain tentang masing-masing karakter didalamnya, pas di awal film, film ini sempet ngejelasin sedikit-sedikit tentang semua tokoh yang terlibat di film ini dan gimana mereka masing-masing di gangguin sama sosok Pennywise saat sendirian.

Film ini termasuk dalam film horor jumpscare yang dibalut dengan komedi, jadi menurut gue film ini ya cuma ngagetin aja gitu. Karena kemunculannya si Pennywise yang enggak terduga. Padahal Pennywisenya ngga serem, guys. Kayak, abis kalian ketawa sama temen, abis sedih tiba-tiba di kagetin lagi sama si badut. Unpredictable gitu. Dari segi musik pendukungnya, adegan-adegan horor di film It justru ga ada musiknya, guys. Ga pake basa basi tuh badut langsung muncul! Hahaha biasanya kan film horor dikasih aba-aba kalau bunyi suara pintu pasti hantunya keluar, tapi engga dengan film It. Keren deh!

Untuk ukuran film horor, It bisa dibilang adalah yang paling kuat sisi dramanya dibanding film-film horor lain yang pernah gue tonton. Tokoh dalam film ini juga sangat emosional, yang dimana mereka hampir nyerah untuk bantuan Billy, diomelin orangtua karena keluar rumah terus. Mereka di omelin orangtua karena para orangtua bener-bener ngga percaya tentang misteri si Pennywise ini, guys.

--

Jadi, Pennywise ini hanya muncul setiap 27tahun sekali guys, dan hanya bisa terlihat sama remaja yang masih di bawah 17 tahun. Jadi itulah kenapa banyak warga di Derry ini yang hilang dan dominan anak-anak dan mereka semua yang memiliki rasa takut. Pennywise ga akan berani muncul didepan anak-anak yang berani, Pennywise ini dikabarkan mengambil nyawa anak-anak ini untuk dirinya sendiri agar tetap exist. Pennywise ini hidup dan tinggal di gorong-gorong atau disebut juga terowongan air yang terhubung ke setiap kota, jadi dia bisa dengan mudah untuk menculik anak-anak.

Efek CGI yang digunakan untuk Pennywise juga terlihat sangat halus, jadi sebagai penonton awam tidak terlalu mengganggu, bahkan terlihat seperti nyata.

Film ini juga dominan diperanin sama remaja sekitar umur 13-15 tahun, walaupun film ini direkomendasiin untuk para remaja 13+ tapi menurut gue juga perlu dampingan dari orang dewasa, guys. Karena dalam film ini banyak menggunakan kata-kata yang kurang sopan a.k.a kasar banget guys~ Film ini juga cukup cringe untuk ukuran anak remaja, karena film ini juga punya adegan yang cukup sadis untuk dilakukan kepada anak remaja oleh seorang badut :’)

--

Film yang di sutradarai Andy Muschietti ini sukses mendapatkan 117juta dollar hanya dalam satu hari penayangan, guys. Fakta Pennywise dalam cerita aslinya yang tertulis dalam novel adalah Pennywise The Dancing Clown bukanlah badut. Pennywise digambarkan sebagai mahkluk jahat yang sudah berumur miliaran tahun. Pennywise ini sebenarnya berasal dari kehampaan yang didalamnya mengandung seluruh alam semesta yang disebut Macroverse.

Dalam novel karya Stephen King ini dijelaskan kalau Billy melihat bentuk asli It dan menggambarkannya sebagai makhluk besar yang merayap, berbulu dan bersinar cahaya berwarna jingga. Namun, It kerap mengubah bentuk menjadi badut dan menyebut dirinya sebagai Pennywise the Dancing Clown. Ngebayanginnya aja udah serem banget ya, guys?

It diceritakan tiba di bumi akibat sebuah peristiwa dahsyat jutaan tahun lalu dan mendarat di Amerika Utara. Tepatnya di kota Derry, yang belum dibangun. Selama ini, dia tertidur dibawah bumi untuk menyambut kedatangan umat manusia. Ketika kota Derry akhirnya dibangun pada 1715, It pun terbangun dan memulai sebuah siklus yang memakan rasa takut masyarakat Derry.

Dalam novelnya, kisah It sendiri diawali dengan seorang bocah laki-laki bernama Dorcey Corcoran yang tewas karena dipukuli oleh ayah tirinya. Makhluk jahat ini nggak cuma mampu memanipulasi rasa takut. It ini juga mampu memanipulasi pikiran lho, guys, jadi para orangtua di kota Derry nggak akan inget bahkan memikirkan tragedi mengerikan yang merebut anak-anak mereka. Semoga hantu kayak gini nggak ada di Indonesia ya, guys! Serem banget!

Jangan lupa juga guys, untuk tonton dan baca review dari IT Chapter Two ya :) 
Film ini akan menceritakan lebih detail ketakutan-ketakutan yang terjadi pada setiap karakter dan runtuhnya Pennywise di tangan The Losers Club.


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search