Thursday, February 13, 2020

Review : Miracle in Cell no. 7

Review : Miracle in Cell no. 7



Industri perfilman korea gue rasa memang sangat kreatif. Banyak sekali film-film korea yang mempunyai jalan cerita drama yang kuat. Miracle In Cell No. 7 adalah sebuah drama korea yang menjadi box office di negaranya sendiri. Gue termasuk orang yang sama sekali belum pernah dan tidak tertarik dengan drama korea, group band dan semacamnya, tapi kali ini film drama korea pertama yang gue tonton ini cukup bikin gue mewek dan gue tidak menyesalinya.

Film ini menceritakan pada tahun 1997, Ye Sung hidup dengan ayahnya bernama Lee Yong-Go. Ayahnya menderita keterbelakangan mental. Ye Sung selalu membantu ayahnya dari membayar tagihan listrik hingga bayaran sekolah. Ye Sung melalukannya sendiri karena ia sudah mengerti keadaan ayahnya tersebut, sangat bersyukur karena hal tersebut nggak mengurangi rasa cinta kepada ayahnya yang begitu besar. Ayah Ye Sung bekerja sebagai juru parkir.

Setiap hari Ayah dan Anak ini menatap sebuah toko yang menjual sebuah Tas Sailor Moon berwarna kuning. Ye Sung sangat menginginkan tas itu. Hingga suatu hari setelah Ayahnya gajian, mereka bergegas untuk membeli Tas keinginan Ye Sung. Namun, Ye Sung dan Ayah kalah cepat, tas tersebut di beli oleh anak dari Komisaris Polisi. Suatu hari saat bekerja, anak yang membeli tas tersebut pun memberi tahu tempat yang menjual Tas Sailor Moon yang persis sama dengannya. Tetapi di perjalanan, anak tersebut mengalami kecelakaan yang membuat anak tersebut meninggal.
--
Dari sinilah permasalahan dimulai, Lee Yong-Goo pun dituduh melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap anak tersebut. Lee Yong-Goo yang tidak melakukan kesalahan tersebut, dipaksa untuk mengakui kejahatan tersebut, hingga akhirnya Lee Yong-Goo pun masuk penjara. Ye Sung terancam keselamatannya apabila Lee Yong-Goo tidak mengakuinya. Selama dalam penjara, Lee Yong-Goo bertemu dengan orang-orang baru. Para narapidana di sana membantu Lee Yong-Goo untuk bertemu dengan anaknya. Setelah beberapa tahun, Ye Sung tumbuh dewasa dan membantu menyelesaikan kasus milik ayahnya ini.

Ye Sung yang telah tumbuh dewasa pun bersahabat baik dengan narapidana di sel 7 itu dan akhirnya dapat membuktikan bahwa ayahnya Lee Yong Goo tidaklah bersalah, walaupun Lee Yong Goo telah meninggal dunia.

Film Miracle In Cell No. 7 berdurasi 120 menit, selama film ini berlangsung, akhirnya gue paham kenapa orang-orang merekomendasikan film ini. Film ini adalah sebuah film drama keluarga yang dapat membuat kita meneteskan air mata. Sebuah cerita tentang hubungan ayah dan anak yang begitu erat ini akan sangat menyentuh penontonnya. Pemeran dalam film ini sangat mendukung karakter masing-masing, ngga disangka film ini bisa bikin gue nangis di satu jam pertama.

Film ini sebenarnya diambil dari kisah nyata lho, guys. Film Miracle in Cell No. 7 ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1972 di Korea Selatan. Yang kemudian di tahun 2013, film ini hadir untuk mempresentasikan diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami oleh seorang berkebutuhan khusus. Yang membuat film ini sangat menarik untuk diikuti adalah bagaimana sutradara Lee Hwan-Kyung, Kim Hwang-Sung, Kim Young-Suk  yang beramai-ramai menulis screenplay film ini menuturkan kisah film ini.

Menurut gue, film ini menggunakan alur maju mundur untuk menyajikan film ini. Scene flashback untuk menceritakan Ye Sung saat kecil sebagai saksi kasus ayahnya ini dan alur maju untuk menceritakan perjuangan Ye Sung saat dewasa untuk memenangkan kasus ayahnya ini.
Sebagai sutradara, Lee Hwan-Kyung berhasil mengarahkan filmnya menjadi sebuah film drama dengan cerita yang akan menyentuh penontonnya.

Film ini mampu menggiring nyawa dan perasaan yang begitu kuat kepada penontonnya. Film yang menceritakan tentang hubungan ayah dan anak ini, cukup menyayat hati penontonnya. Jadi buat kalian yang belum menonton filmnya, harus siap-siap tissue ya, guys. Film yang dibintangi oleh Park Shin Hye ini menjadi salah satu film terlaris di tahun 2013, serta peringkat ketiga sepanjang masa di Korea setelah Along with The Gods: The Two Worlds dan Train to Busan.

Film Korea ini kabarnya aka nada versi Indonesia nya lho, guys. Apakah kalian tertarik untuk menontonya?

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search