Saturday, February 1, 2020

Review Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Review Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

[SPOILET ALERT]
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Hallo, apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan yang baik-baik saja yaaa! Kali ini gue mau bahas tentang film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau disingkat NKCTHI adalah salah satu film Indonesia sukses memikat hati penonton di awal tahun 2020. Film yang di angkat dari Novel karya Marchella FP, penulis yang sangat inspiratif dan kreatif. Pertama kali tau Marchella ini pas ngehadirin seminar Dare to Fail di Cikini dan gue langsung jatuh cinta “Wah keren banget ini orang” gue ga boleh ketinggalan dengan karya-karya nya yang lain! Dan gue excited banget pas tau NKCTHI bakal ada filmnya, gue nonton langsung di hari pertama NKCTHI keluar hahahaha

Film ini di sutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan di produksi oleh Visinema Pictures, rilis pada 2 januari 2020. Tadinya, film ini akan tayang pada tanggal 9 januari, tapi ternyata maju satu minggu lebih cepat, mungkin karena peminat nya udah ga sabar buat nonton yaaa hihi. Dari segi ceritanya sih, ini termasuk dalam film keluarga pembuka di tahun 2020 yang mengkomunikasikan untuk saling memahami satu sama lain. Cocok lah di tonton bareng keluarga, suami, istri, sahabat atau “gebetan”.

PEMERAN
Didalam film ini menceritakan mengenai keluarga Narendra yang memiliki 3 orang anak dengan sudut pandang berbeda, Angkasa, Aurora dan Awan. Keluarga Narendra tampak Bahagia dan hidup berkecukupan a.k.a kaya raya yang tinggal di Jakarta Selatan. Tapi, semua yang terlihat cukup hanya untuk menutupi sebuah trauma yang terjadi pada keluarga Narendra, salah satunya ayah.


Ayah, yang di perankan oleh Oka Antara saat muda cukup bikin senyum-senyum kagum karena berhasil membungkus sebuah kebahagiaan pada keluarga sangat rapi untuk menutupi trauma di balik nya dan Donny Damara memerankan sosok ayah di waktu tua memiliki kharismatik tersendiri dan bikin kangen sama bokap! Dalam film ini, ayah tampak sangat posesif kepada anak-anaknya, apalagi sama Awan si anak bontot.

Ibu, sosok yang sangat hangat dan penenang ini di perankan Niken Anjani dan Susan Bachtiar. Seringkali, ibu hanya memilih untuk diam dan menyendiri demi menutupi masalah yang sebenarnya terjadi di keluarga.

Lalu ada Angkasa, anak pertama di keluarga Narendra ini di bentuk sedari kecil untuk bisa selalu menjaga kedua adik-adiknya. Tokoh Angkasa ini di perankan oleh 3 orang berbeda Adhiyat saat Angkasa kecil, Sinyo Riza saat mulai memasuki tahap teenagers dan Rio Dewanto saat Angkasa Dewasa. Kakakable kan ya di peranin oleh Rio Dewanto.

Ada juga sosok anak kedua, Aurora, yang di perankan oleh Syaqilla saat kecil, Nayla saat memasuki tahap teenagers dan Sheila Dara Aisha saat dewasa. Peran Aurora menggambarkan emosi nyata saat kita harus selalu mengalah dengan adik. Mau protes, tapi gabisa :’) Karakter Aurora lebih cenderung diam dan mengalir mengikuti arus keluarganya seperti “yaudalaya” karena merasa tidak ada yang bisa mengerti keadaannya.

Dan anggota keluarga kelima ini adalah Awan, ya Awan. Anak ketiga yang selalu menjadi bintang di keluarga, pokoknya semua pekerjaan Awan adalah pekerjaan satu keluarga juga. Hal ini lah yang menjadikan Angkasa dan Aurora merasa Ayah hanya mementingkan Awan. Awan kecil di perankan oleh Alleyra Fakhira dan saat tumbuh dewasa di perankan oleh Rachel Amanda.

SETIAP KELUARGA PUNYA RAHASIA


Percaya deh, yang terlihat baik-baik saja ternyata tidak selalu baik-baik saja. Keluarga Narendra ini tampak selalu bahagia yang dimana sang Ayah mengklaim kalau dirinya selalu memberikan apapun yang anak-anaknya “butuhkan”. Tapi ternyata bukan itu yang sebenarnya anak-anak butuhkan.
Perbedaan kasih sayang yang di berikan oleh Ayah tampak sangat jelas, hal ini yang membuat Angkasa dan Aurora merasa kalau Ayah hanya memikirkan Awan.

Berawal dari saat Ibu tengah hamil dan Angkasa satu-satunya anak yang mengetahui Ibu hamil anak kembar laki-laki dan perempuan, Angkasa dan Ayah begitu senang saat menyiapkan kamar untuk sang adik. Namun semesta berkata lain, salah satu adik kembar Angkasa tidak tertolong.
Hal ini tampak membuat Ayah dan Ibu trauma. Sehingga Ayah sangaaaat posesif nyebelin ke Awan yang membuat kedua kakak Awan merasa tidak di perhatikan. Seakan dunia harus ikutin maunya Ayah. Ayah rela membatalkan acara makan malam keluarga hanya karena Awan tidak ikut dan sendiri dirumah. Konflik yang terjadi dalam film ini di buat sedemikian mirip dengan kisah nyata keluarga pada umumnya.

AWAN MENDUNG
Film ini menyisipkan kisah cinta singkat Awan. Awal mula hanya sebatas ikut Angkasa bekerja sambil nonton band favorite nya, Awan bertemu dengan cinta pertamanya, Kale.
Kale adalah sosok laki-laki yang cukup menenangkan dan pendengar yang baik, Kale selalu memberikan semangat positif dan menjadi teman baik Awan. Tak hanya teman baik, sebagai perempuan pasti ada sisi baper dengan teman lawan jenis nya, dooong? Gue pun gitu, gimana gak, makan bareng, nonton konser bareng, kemana-mana bareng~

Yaaa walaupun ada adegan ciuman Awan dan Kale pas nonton konser hindia yang bikin gue shock dan nyebut “HAH APAANSIHHH????” Sebegitu tidak menerimanya gue lihat Ardhito dan Amanda ciuman hahahaha. 


Nah nggak lama dari situ namanya juga cewe yakan butuh kepastian, Awan menanyakan kejelasan hubungan mereka di kosan Kale yang bikin gagal fokus karena ada piano segede gambreng di kostan gang sempit :’)
“Sebenernya, kita nih apa sih??”
Horor banget kann?
Jawaban klasik dari laki-laki yaaa malah nanya balik
“Emang, kamu maunya apa?”

Sosok Kale ini sebenernya bukan tipe fakboy kaya apa yang Netizen pada bilang, menurut versi gue Kale ini seperti tipe yang nggak percaya sama status karena pernah merasa terluka. Karena, in the end Kale mencoba buat cium Awan lagi, yang menurut gue Kale tuh sayang sama Awan. Cuman, jalanin aja kali wan?? Hahahaha

Setelah pertanyaan horor itu terjadi, Awan dan Kale kembali ke kehidupan mereka masing-masing. Sudah tidak lagi bertemu. Sama hal nya dengan kejadian manusiawi tiap individu, mau nya lebih tapi ternyata doi belum siap komitmen :’)
-
Film ini benar-benar di kemas sangat baik, dari segi adegan flashback yang di balut dengan adegan masa kini membuat ceritanya tampak lebih nyata. Gue juga suka banget sama sinematografi dari  Visinema, warna dan penataan kameranya sangat oke! Gak bikin pusing. Soundtracknya juga ga kalah keren, karena bikin bener-bener kebawa suasana. Udah lagi sedih, lagunya juga mendukung. Bikin air mata menderai-derai!!! Hahahaha

Tepat hampir satu bulan ini NKCTHI ini sudah dapat menembus 2 JUTA PENONTON!!! Segitu kerennya kan film ini, mampu menggiring khalayak buat tertarik nonton dan beneran ga bikin nyesel. Malah bikin kepikiran sampe pulang dan berhari-hari.


NKCTHI ini juga ada versi Director Cut dan The Series nya, lho!
Untuk yang versi Director Cut nya kalian bisa nonton di Bioskop, sedangkan The Series nya kalian bisa langsung ke YouTube channel Toyota Indonesia ya! Jangan lupa juga untuk cek review NKCTHI The Series nya ya, guys!

Gue saranin sih kalian nonton film NKCTHI nya dulu baru The Seriesnya.

Nah, lo udah pada nonton belum, nihhh?? Yang belum nonton cus nonton yaaa!
Kalo kalian udahhh nonton, share juga dong pendapat versi kalian tentang film ini! :)



Source image: Instagram NKCTHI, Instagram Film NKCTHI

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search