Sunday, February 16, 2020

Review Parasite, Film yang Berhasil Meraih 4 Piala Oscar

Review Parasite, Film yang Berhasil Meraih 4 Piala Oscar



Untuk merayakan kemenangan salah satu film dari Asia yang menang dalam ajang Oscar, kali ini gue akan review tentang film Parasite karya Boong Joon-Ho ini. Sutradara yang berasal dari Korea Selatan ini menceritakan kalau film Parasite ini mengenai isu sosial di Korea Selatan.

Dalam film ini keluarga Ki-Woo di gambarkan sebagai keluarga miskin tanpa pekerjaan tetap, mereka tinggal di sebuah apartemen bawah tanah yang tidak layak. Hingga mereka menerima pekerjaan apapun, seperti melipat bungkus kardus Pizza yang berujung di potong harga 10% karena tidak melipat dengan rapi. Film ini seakan-akan menyindir orang-orang yang memiliki sifat kapitalisme dan hierarki kelas yang jauh dari ketidakadilan.

--

Sore hari, teman Ki-Woo, Min Hyuk datang kerumah untuk memberikan pemberian dari kakeknya, sebuah pajangan batu yang katanya dapat membawa rezeki dan keberuntungan. Ki-Woo bercerita bahwa dirinya dan keluarga tidak bekerja, sehingga adiknya harus berhenti kuliah. Mendengar hal itu, Min Hyuk menawarkan Ki-Woo pekerjaan sebagai guru les bahasa inggris seorang anak SMA bernama Park Da-hye dengan iming Park Da-hye berasala dari anak orang kaya yang akan memberikan gaji cukup besar.

Ki-Woo merasa tidak percaya diri karena dirinya pun tidak kuliah, Min Hyuk yang mengingat adik Ki-Woo, Ki-Jung pintar menggunakan photoshop diminta untuk membuat sebuah surat keterangan studi untuk menutupi status pendidikan Ki-Woo.

Keesokan harinya, Ki-Woo bersiap datang kerumah Park Da-hye untuk interview sebagai guru les bahasa inggris. Sebelum berangkat Ki-Woo meyakinkan ayahnya jika tahun depan iya akan mendapatkan surat keterangan studi yang asli dan berkuliah di kampus ternama.

Sampainya Ki-Woo di rumah Park Da-hye iya di sambut dengan rumah mewah dan besar yang memiliki teknologi canggih. Sebelum bertemu dengan Park Da-Hye, Ki-Woo bertemu dengan ibunya untuk interview dan diminta akan mendampingi anaknya selama mengajar untuk melihat apakah Ki-Woo memiliki kualitas mengajar yang bagus atau tidak.

Ki-Woo memperkalkan dirinya sebagai Kevin. Tak disangka saat Ki-Woo selesai mengajar, ia bertemu dengan adik Park Da-Hye bernama Da-song, Da-Song di ceritakan sebagai anak yang sangat menyukai seni dan sangat sulit di atur. Mendengar hal itu, Ki-Woo kemudian menawarkan adiknya untuk bisa bekerja mengajarkan Da-Song, sama halnya dengan Ki-Woo, identitas adiknya di palsukan menjadi Jessica.

--

Jessica berpura-pura sebagai terapi seni yang professional, sehingga memiliki bayaran yang cukup tinggi, Jessica memberikan tarif sebesar 2,5juta dalam satu jam. Jessica bertugas untuk memperbaiki sikap Da-Song dan mengembangkan bakat seni nya. Jessica menceritakan bahwa dirinya juga seorang psikolog yang dapat membaca sifat anak dari sebuah gambar.

Sepertinya, permainan antara Ki-Woo dan keluarga Park tidak berhenti pada Ki-Jung. Mereka merencanakan agar keluarganya dapat bekerja dengan keluarga Park. Ki-Jung yang sebelumnya di antar pulang oleh supir pribadi Mr. Park terpaksa menjebak supir tersebut dan membuatnya di pecat. 

Dibalik jebakan itu semua, Ki-Jung kemudian merekomendasikan ayahnya yang akan di manipulasi menjadi seorang paman agar dapat bekerja menjadi supir. Capek banget nggak sih, guys kalo harus berpura-pura satu keluarga?

Walaupun bekerja dalam satu atap yang sama, mereka harus menjaga identitas masing-masing dan berpura-pura seperti tidak kenal. Misi mereka untuk mempekerjakan keluarganya dibuat sangat matang, sampai mereka harus mempraktekan terlebih dahulu dialog apa yang akan di sampaikan kepada istri Mr. Park untuk mencoba memecat asisten rumah tangganya. Emang sih ya, guys film kalo ngga ada bumbu-bumbu seperti ini pasti ga akan bisa mendapat respon "gregetan" dari para penontonnya.

--

Situasi kemudian menjadi tegang, film ini seakan-akan berubah menjadi film Thriller yang sangat mengerikan. Saat Mr. Park dan keluarga berencana pergi berkemah, Ki-Woo dan keluarganya juga memutuskan untuk menginap di rumah Mr. Park. Tak disangka, asisten rumah tangga Mr. Park yang lama, Moon-Gwang, datang untuk melakukan sesuatu di basement. Dari sinilah, semua kebohongan itu terungkap setelah Moon-Gwang memergoki dan memvideokan keluarga Ki-Woo.

Ayah Ki-Woo kemudian mencoba untuk mengikat dan membekap mulut Moon-Gwang dan menguncinya di bawah basement.

Merasa bersalah, keesokan hari nya saat di undang Mr. Park untuk merayakan ulang tahun Da-Song, Ki-Woo kembali ke basement untuk meminta maaf dan mencoba menolong Moon-Gwang yang ternyata menutupi keberadaan suaminya di basement selama 4 tahun lamanya.

Moon-Gwang tidak terselamatkan, kepalanya terbentur tembok dan mengalami pendarahan yang parah, hingga membuat suami Moon-Gwang melakukan balas dendam dengan mencoba membunuh Ki-Woo dan keluarganya.

Acara ulangtahun Da-Song berubah menjadi acara pembunuhan. Hingga saat ini ayah Ki-Woo menjadi buronan karena telah membunuh Mr. Park. Dalam keributan ini, Ki-Jung dan suami Moon-Gwang tewas.

--

Setelah kejadian ini usai, rumah milik Mr. Park ini akhirnya di jual berkali-kali sampai Ki-Woo sukses dan membeli rumah tersebut. Ayah Ki-Woo selama ini bersembunyi di bawah basement yang juga sebagai tempat tinggal suami Moon-Gwang sebelumnya. Dan akhirnya bebas setelah Ki-Woo berhasil membeli rumah tersebut.

Menurut gue film ini harus di tonton oleh umur 17 tahun ke atas ya guys. Buat yang di bawah umur tersebut sepertinya harus di dampingi oleh orang dewasa, karena film ini mengandung unsur seksual dan kekerasan.

Film ini menjadi sangat unik, semua rencana di awal berjalan sangat baik dan mulus. Tapi, seperti pepatah “Bangkai kalau di simpan, baunya akan tercium juga”. Film ini memberikan kita semua pelajaran untuk selalu berkata jujur apa adanya dan tidak bersikap jahat, apalagi sampai berbohong untuk memutuskan rezeki orang lain, guys. Jangan gitu ya, guys karena dari sikap itu semua bisa menjadi boomerang buat diri kita sendiri dan orang-orang terdekat.

Pantas aja guys, film ini mendapatkan 4 Piala Oscar sekaligus. Film korea ini berhasil membawa pulang piala Best Film Not in The English Language, kemudian sutradara Bong Joon-Ho mendapatkan piala International Film Festival Rotterdam Audience Award. Dalam piala Oscar 2020 ini, Parasite juga berhasil mendapatkan piala dalam kategori Best Original Screenplay, penghargaan ini merupakan penghargaan pertama yang di dapat oleh Korea Selatan. Lalu, parasite juga mendapatkan piala dalam kategori International Feature Film.

Apakah Asia sudah cukup bangga? Tentunya.

Gimana nih, guys pendapat kalian tentang film ini? Share di kolom komentar ya :)

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search