Friday, March 6, 2020

Review Onward, Petualangan Seru Para Elf

Review Onward, Petualangan Seru Para Elf


Tahun ini akan menjadi tahun yang penuh dengan film-film bagus nih guys, beberapa di antaranya ada film Onward yang di produksi dari kolaborasi antara Disney dan Pixar. Onward akan menggambarkan film animasi yang bagus dan tentu seru. Film ini mengangkat kisah mengenai keluarga, yang pasti didalamnya akan banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil. Onward telah tayang dibioskop dari tanggal 5 Maret kemarin, guys.

Tokoh utama dari film ini, Ian Lightfoot diisi suara oleh pahlawan super kesayangan kita semua yaitu Tom Holland. Seperti yang kita semua tau, fairy tale tentang Troll, Elf, Cyclop, Mermaid, Unicorn dan Centaurus dikenal sebagai makhluk yang memiliki keajaibannya masing-masing. Semua makhluk ini akan selalu hidup berdampingan dengan tenang bersama para elf dan penyihir. Hidup mereka selalu dimudahkan dengan sihir dan keajaiban yang mereka miliki masing-masing.

Hingga pada suatu hari keajaiban itu lama kelamaan hilang karena teknologi modern masuk ke kehidupan sekitar mereka. Dikisahkan seorang kakak beradik Barley Lightfood dan Ian Lightfoot berjanji untuk mengembalikan keajaiban demi bertemu dengan ayah mereka yang telah meninggal.

Scene yang bikin gue geli adalah saat mermaid yang sibuk banget mainin gadgetnya sambil berendem di mini pool hahaha di tambah lagi ada seekor pixie yang lebih memilih naik motor daripada terbang :’)

Dengan kelucuan dan lelucon yang mudah dimengerti, menurut gue sutradara, Dan Scanlon berhasil membawa cerita yang sangat inspiratif untuk para penonton. Karena banyak banget pelajaran yang bisa di ambil dari film ini.

Diawal film kita akan melihat beberapa scene yang dimana Ian merasa terganggu dengan kakaknya, Barley. Barley digambarkan sebagai laki-laki yang sangat ceroboh dan nakal. Suara karakter Barley  yang di isi oleh Chris Patt walaupun konyol tetapi sangat menyayangi adiknya. Ian sering kali merasa kehadiran kakaknya justru membuat kegiatannya terhambat.

Hingga suatu hari mereka melakukan petualangan bersama-sama, yang kemudian membuat Ian sadar bahwa kehadiran kakaknya sangat berharga. Ian merasakan kasih sayang dari kakaknya dan mulai menghargai keberadaan kakaknya.

Karena tanpa disadari Barley-lah yang selalu menemani Ian dalam keadaan apapun. Sikap menghargai orang lain dan terutama keluarga ini dapat mencontohkan hal yang positif bagi para penontonya.

Dari scene film Onward, ada satu scene yang paling menyentuh yaitu kisah nyata sang sutradara sendiri. Dan Scanlon memberikan sentuhan kisah pribadinya yang tidak pernah bertemu dengan ayahnya sejak kecil. Hingga akhirnya membuah satu bioskop penuh haru.

Scene tersebut dimulai saat petualangan Barley dan Ian untuk mencari Phoenix Stone yang ternyata tidak berjalan dengan lancar.

Sebelumnya ayah mereka memberikan tongkat ajaib dengan surat dan batu permata. Dalam surat tersebut tertulis mantra misterius yang dipercaya dapat mengembalikan orang yang telah meninggal selama 24 jam. Ian dan Barley hanya berhasil mengembalikan setengah badan ayah mereka. Untuk mengembalikan secara utuh mereka membutuhkan Phoenix Stone. Sehingga Ian dan Barley harus menjalankan sebuah misi agar dapat mengembalikan sosok ayah mereka seutuhnya.

Setelah mendapatkan batu yang diinginkan untuk menghidupkan kembai ayahnya, seekor naga penjaga batu tiba-tiba keluar dan mulai mengejar mereka.

Mengingat Barley belum mengucapkan perpisahan kepada ayahnya, Ian rela mengalihkan perhatian naga agar Barley dapat menggunakan batu tersebut. Sepertinya melihat orang yang kita sayangi senang, kesenangan itu pasti nular juga. Scene ini bener-bener mengharukan banget! :’)

Film animasi ini juga memberikan beberapa scene lelucon, sepert saat selama perjalanan menuju pencarian Phoenix Stone, Ian dan Barley mengendarai sebuah mobil Van. Tidak hanya satu, dua kali, mobil yang di gunakan ini berkali-kali mengalami mogok. Selain mobil, petunjuk arah yang di gunakan Ian juga tidak membantu menunjukan jalan yang benar. Sepertinya mereka sedang kena sial ya, guys?

Karena telah berjalan cukup jauh, Barley dan Ian tidak menyerah, guys. Mereka tetap mencari cara agar bisa berjalan mencari Phoenix Stone. Demi bertemu ayahnya, segala cara dan masalah mereka lalui. Seakan-akan tidak boleh ada yang menghalangi impian mereka berdua, usaha dan kerja keras mereka ini sangat menginspirasi para penontonnya.

Apalagi untuk para kaum rebahan nih hihi

Dalam film ini, Ian di gambarkan sebagai sosok anak-anak laki-laki yang sangat tertutup. Ian sangat pemalu, hingga pada saat ia berulangtahun ke 16, Ian ogah banget ngundang teman-teman nya untuk datang ke pesta ulangtahun.

Lambat laun, Ian kemudian mencoba untuk merubah sikap tidak percaya dirinya ini. Ian akhirnya mencoba untuk keluar dari zona nyamannya, seperti mengendarai mobil di dalam Tol hingga belajar beberapa teknik sihir yang baru.

Beberapa hal yang Ian lalui ini, akhirnya menjadi penutup film yang sangat baik. Ian tidak lagi merasa canggung, dia terbuka dengan orang lain, dan sangat percaya diri alias pede banget, guys.

Nah, ini film cocok banget buat kalian-kalian yang mudah minder. Dengan kita melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mencoba hal baru, perlahan-lahan bakal membuat diri kita jadi lebih terbuka.

Weekend ini pas banget buat kalian tonton bareng keluarga nih, guys! Kalo udah nontonnya, share pendapat kalian juga ya di kolom komentar :)

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search