Thursday, March 5, 2020

Review The Call of Wild, Anjing Baik Hati

Review The Call of Wild, Anjing Baik Hati



Siapa yang seneng banget sama anjing?? Film The Call of Wild ini akan memperkenalkan kalian dengan anjing Beethoven yang pintar dan supeeer aktif. Film ini di sutradarai oleh Sutradara film How to Train Your Dragon lho Guys.  Chris Sanders yang juga merupakan penulis naskah untuk Lilo & Stitch tahun ini merilis film nya yang menceritakan tentang seekor anjing peliharaan. Kerennya lagi film ini di produksi oleh 20th Century Fox Film Corporation dan 3 Arts Entertainment dan si anjing akan full CGI!

Nah, dan perlu kalian tau juga, film ini diadaptasi dari novel karya Jack London yang terbit di tahun 1903, jadi akan ada beberapa perbedaan antara film dan bukunya ya guys. Sebelumnya novel ini pernah di adaptasi ke film juga pada tahun 1935 yang di produksi oleh Darryl Zanuck, pada film yang rilis di tahun 1935 ini di perankan oleh Clark Gable dan Loretta Young.

Film The Call of Wild 2020 ini berawal mula menceritakan sekumpulan para peneliti yang sedang bertahan hidup dari bencana gempa. Dalam film ini terdapat seekor anjing bernama Buck. Buck adalah seekor anjing peliharaan yang sama seperti anjing peliharaan pada umumnya, ia senang berlarian memutari rumah. Setiap kali Buck berbuat suatu kekacauan, biasanya Buck dilarang masuk kedalam rumah.

Latar waktu dari film ini adalah pada tahun 1890, yang dimana sedang terjadi Demam Emas Klondike. Demam ini membuat Buck di culik dari rumahnya di California hingga dijual ke daerah hutan Yukon di Kanada. Perjalanan jauh menggunakan kereta api ini membuat Buck bukan lagi seekor Anjing peliharaan yang dapat berguling-guling sesuka hati, Buck kini menjadi seekor anjing yang bertugas sebagai penarik kereta salju pengiriman surat yang melewati hutan. Yukon merupakan tempat yang jauh dari perkotaan, daerah ini tertutup oleh es salju yang menyebabkan dingin begitu ekstrim, bukan hanya dingin, tempat ini juga rawan banget dari longsor dan bintang buas lainnya.

Buck di pekerjakan oleh seorang sepasang suami istri, pekerjaan ini termasuk cukup berat bagi seekor anjing yang sebelumnya hanya seekor anjing peliharaan. Buck harus melalui beberapa pekerjaannya yang membuat dirinya di cambuk dan tidak merasakan sebuah kasih sayang.

Hingga akhirnya Buck bertemu dengan seorang pendatang bernama John Thorson. John yang dikenal sebagai pemabuk ini kemudian bersahabat baik dengan Buck. John dan Buck kemudian merencanakan untuk pergi dari Yukon. Hanya dengan bermodalkan peta petunjuk arah dan sebuah perahu membuat diri mereka menemukan sebuah arti dari kehidupan.

“How do you feel about an adventure, beyond all maps? We could go, you and I. Where no one’s ever been before. See what’s out there” – John Thorson.

Buck begitu baik, ia rela berenang melalui air es yang dingin untuk menolong seorang perempuan yang jatuh akibat permukaan es yang retak. Anjing ini akan selalu membantu Johnn dan orang-orang disekitarnya yang kesusahan. Film ini sudah rilis dari 21 Februari lalu nih, guys.

Dari data yang tercatat di The Numbers, selama produksi film ini berlangsung pembuatannya menghabiskan uang sebesar 1,5 Triliun! Uang semua tuh, guys.

Menurut gue film yang berdurasi 1 jam 40 menit ini cocok di tonton bareng keluarga, apalagi kalo weekend. Jadi ngumpul bareng keluarga bakal seru sambal nonton petualangan seekor anjing ini. Nontonya harus di bioskop ya guysss.

Tapi guys, jangan terlalu berharap dengan visual yang oke dari film ini, karena menurut gue CGI nya berasa banget, apalagi untuk si Buck dan beberapa kawanan anjing lainnya. Kurang di poles dikit supaya halus. Dari segi cerita sih udah oke banget guys, jadi apakah kalian tertarik untuk nontonnya?

Adventure of a lifetime

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search