Friday, March 6, 2020

Review The Invisible Man, Posesif atau Psikopat?

Review The Invisible Man, Posesif atau Psikopat?



Pada Maret 2020, kayaknya banyak banget film dengan judul yang thriller dari Hollywood. Salah satunya adalah The Invisible Man film ini merupakan film yang diadaptasi dari novel karya HG Wells dengan judul yang sama, film ini juga merupakan remake dari film karya   James Whale.

Film The Invisible Man bercerita tentang Cecilia Kass yang di perankan oleh Elisabeth Moss yang terjebak dalam hubungan pernikahan yang tidak harmonis dengan Adrian yang diperankan oleh aktor bernama Oliver Jackson, Adrian di ceritakan sebagai seorang ilmuwan pintar dan kaya raya. Sebagai istri, Cecilia selalu mendapatkan perilaku kekerasan oleh suaminya.

Cecilia kemudian mencoba kabur dari suaminya, hingga suatu saat Adrian dikabarkan bunuh diri. Cecilia merasa Adrian masih hidup dan berada di sekitarnya. Bahkan, Cecilia merasa dirinya diteror berkali-kali oleh sosok yang tidak terlihat yang ia duga adalah suaminya. Duuuh kenapa ya ngga having fun aja gidu sama pasangannya :')
Gue rasa, suaminya merubah diri menjadi tidak terlihat untuk terhidar dari tuduhan kekerasan dalam rumah tangga sih, jadi kayak si suami mencoba untuk melarikan diri.

Bagian tersebut tampak berbeda dari film original karya James Whale. Perbedaan yang terlihat adalah sutradara Leigh Whannel lebih fokus menceritakan kejadian yang di alami Cecilia kebanding si Invisible Man nya. Kemudian film ini tampak lebih modern dari film sebelumnya, mulai dari rumah yang mewah, hingga peralatan dengan teknologi yang canggih.

Dalam film ini juga banyak memperlihatkan adegan perkelahian yang sangat tegang, seakan-akan film thriller ini akan sepenuhnya menjadi film horor 2020. Walaupun menampilkan film yang cukup fresh, film yang berdurasi 2 jam 5 menit ini menurut gue cukup membosankan, karena pada umumnya thriller akan berdurasi 90 menit aja.
Di awal film akan menceritakan secara detail mengenai karakter wanita utamanya dan cukup memakan waktu yang lama. Tapi, ketegangan dari film ini bener-bener ngena. Jump scared yang di berikan pun bisa bikin satu bioskop teriak kaget. Kalian nonton ini pasti akan kaget dan kebawa sampe rumah takutnya! Apalagi saat adegan kejar-kejaran, mulai dari pengambilan gambar yang oke banget, ini sangat mendukung penonton kayak gue tahan napas.
Walaupun terlihat wajah baru di dunia film, Cecilia yang di perankan oleh Elisabeth Moss ini sangat bagus dalam menjiwai perannya. Cecilia tampak menjadi seorang wanita tangguh dan kuat selama menghadapi berbagai terror. Memerankan sebagai perempuan yang memiliki trauma dan tersiksa menurut gue cukup sulit, apalagi saat Cecilia mencoba percobaan bunuh diri dengan pulpen :’) Tahan napas banget gue di bagian ini, pusing dan depresinya dapet banget ke penonton!

Kebayang kan guys, gimana pusingnya kalo kemana-mana diikutin sama Invisible Man? Ga tenang banget! Cecilia pun gitu, setiap jalan dia pasti nengok kebelakang saking ngerasa ada yang ngikutinnya. Sampe Cecilia mencoba untuk matiin CCTV di rumahnya. Selain Elisabeth Moss, pemeran pendukung lainnya juga membuat suasana film ini tegang. Ditambah ada peran Aldis Hodge sebagai James Lanier. Dengan beberapa dialog James yang emosional, mampu mencairkan beberapa suasana di dalam film ini, walaupun actingnya ga terlalu banyak di film ini.

Film The Invisible Man sudah tayang sejak tanggal 26 bulan lalu lho guys. Menurut gue film ini akan cocok untuk umur mulai dari 17 tahun keatas, yaa pokoknya yang udah stabil deh emosi nya :p Karena film ini akan ngacak-ngacak mood kalian semua, tegang tiada henti selama 2 jam guys!

Cus kebioskop untuk nonton terror manusia tak terlihat ini yaa! Share di kolom komentar kalo kalian udah nonton 😊

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search