Thursday, October 29, 2020

Once Upon a Snowman, Penemuan Jati Diri Olaf.

Once Upon a Snowman, Penemuan Jati Diri Olaf.

 

Long Weekend kali ini memang paling cocok untuk menonton film bersama keluarga dan salah satunya adalah film yang di sutradari oleh Trent Correy dan Dan Abraham.

Sama seperti Frozen Fever, tahun ini Walt Disney Animation Studios menampilkan Once Upon a Snowman. Film dengan durasi 8 menit ini akan menceritakan awal mula terciptanya si manusia salju kesukaan kita semua, Olaf.

 

Seperti yang kita ketahui di film Frozen pertama, saat kecil Elsa dan Anna senang bermain bersama dan membuat manusia salju yang diberi nama Olaf.

“Hallo, im Olaf. And I like a warm hug”

Film ini sudah tayang di Disney+ Hotstar tanggal 23 Oktober lalu dan mendapatkan nilai 7/10 di IMDB. Dari film Frozen, kita hanya mengetahui bahwa Olaf tiba-tiba muncul saat Anna dan Kristoff sedang mencari Elsa ke atas gunung. Tapi ternyata, saat Elsa sedang melarikan diri ke atas gunung di malam hari dan membuat Olaf, tanpa di sadari Olaf hidup seperti manusia. Olaf memiliki perasaan dan dapat berpikir, Olaf kemudian terjatuh dari atas gunung karena jubah Elsa yang terbang. Oh, Poor Olaf :(

 

Olaf kemudian menemukan sebuah rumah kayu bernama Wondering Oaken’s yang dimana adalah toko palugada, kalian butuh apapun juga ada di toko ini. Di toko ini Olaf kemudian meminta sang pemilik toko untuk memberikannya sebuah hidung, karena Olaf diciptakan tanpa hidung.

 

Dalam scene ini kemudian terungkap fakta menarik dari film ini, kita juga kemudian mengetahui alasan mengapa Olaf sangat ingin berjalan-jalan di musim panas, piknik, hingga ke pantai. Saat memilih hidung mana yang cocok, Olaf di berikan kacamata yang dapat melihat beberapa pemandangan sekaligus. Dari situlah awal mula Olaf ingin berjalan-jalan dan menciptakan lagu “In Summer”.

 

Perjalanan Olaf mencari jati dirinya, tidak lah mulus dalam film ini, ia juga harus berhadapan dengan para serigala yang mengejar sosis di hidungnya. Walaupun pada akhirnya Olaf bersahabat dengan salah satu serigala dan terpaksa memberikan hidungnya karena merasa kasihan. Olaf kemudian berpelukkan dengan serigala tersebut sambal berkata “rasanya seperti pelukkan hangat”.

 

Dari situlah kemudian Olaf teringat sesuatu di masa lalu saat Elsa dan Anna sedang bermain salju.

“AAAAH, aku Olaf, aku suka pelukkan hangat”

Kemudian ia berjalan mengikuti jejak kaki Anna dan Kristoff yang sedang berjalan mencari Elsa.

 

Film pendek berdurasi 8 menit ini cukup berkesan dan menghibur, Olaf tampak sangat polos dan positif setiap menghadapi masalah. Tidak lupa untuk selalu tersenyum ya teman-teman!

 

Film ini mendapatkan nilai 7/10 dari IMDB, kalau kalian akan memberikan nilai berapa untuk film pendek ini? cus tulis di kolom komentar yah!

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search