Friday, December 18, 2020

Review Go Ahead, Drama Keluarga Dari China

Review Go Ahead, Drama Keluarga Dari China

 

Hai! Nǐ hǎo ma


Setelah sekian lama tidak review film, akhirnya gue kembali lagi. Tiba-tiba jadi jago bahasa China, gimana gak, film Go Ahead yang di sutradarai Ding Zi Guang sangat amat melekat di kepala dan hati. Drama dengan kurang lebih 40 episode ini menceritakan tentang 3 orang anak yang tumbuh bersama.


Film yang bergenre komedi, keluarga dan romantis ini, ga cuman melulu berisi percintaan. Film ini juga sangat kuat di alur cerita kekeluargaannya. Berawal mula dari seorang anak perempuan piatu bernama Li JianJian, ia tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai pembuat mie yang juga pemilik restoran. Suatu hari, Li JianJian mempunyai tetangga baru yang tinggal tepat diatas apartement nya. Tetangga baru ini adalah seorang polisi lokal dan ibu pekerja rumah tangga yang memiliki satu anak bernama Ling Xiao.


Ling Xiao merupakan anak yang sangat pendiam, tidak murah senyum dan sulit sekali di ajak berbicara. Li JianJian yang aktif dan ceria ini mencoba menghibur Ling Xiao berkali-kali walaupun di tolak, hingga suatu saat Li JianJian berhasil membujuk Ling Xiao untuk makan malam bersama keluarganya.


Ling Xiao menjadi sangat dingin dan menutup diri bukan karena sifat bawaan, ia merasa tidak aman dengan orang lain di sekitarnya karena sudah merasakan pahitnya dirumah. Orangtuanya selalu bertengkar hampir tiap hari, kejadian ini membuat seluruh tetangga mengetahui masalah keluarganya, belum lagi Ling Xiao selalu menunggu di depan apartementnya selagi orangtuanya bertengkar.


Mengetahui kejadian ini, Li JianJian dan Ayahnya Li Haichao selalu berusaha untuk menemani Ling Xiao. Ling Xiao yang masih menduduki sekolah dasar harus merasakan pahit orangtuanya bercerai dan ditinggal ibunya. Li Haichao akhienya menawarkan diri untuk membantu mengurus Ling Xiao selagi ayahnya bekerja, maklum, polisi pasti kerjanya sibuk banget ya guys.


Seiring berjalannya waktu, entah kenapa Li Haichao lagi-lagi harus menanggung dan mengurusi anak orang lain. Li Haichao dikenalkan dengan seorang wanita bernama Hei Mei yang memiliki anak bernama Zi Qiu, Hei Mei yang tidak sanggup untuk hidup sederhana merasa tidak cocok dengan ayah Li JianJian.


Entah apa yang ada dipikiran Hei Mei, ia dengan tega meninggalkan Zi Qiu. Sama nasibnya dengan Ling Xiao, Zi Qiu akhirnya di besarkan oleh Li HaiChao dan kini Li JianJian memiliki dua orang kakak laki-laki. Mereka semua di rawat dengan sepenuh hati oleh Li HaiChao walaupun tidak memiliki hubungan darah.


Walaupun tidak sedarah dan sekandung, kakak beradik ini sangat akur dan saling melindungi. Mereka tumbuh bersama hingga sekolah di tempat yang sama, hidup mereka terasa sangat menyenangkan dan jauh dari masalah.


Hal lucu yang terjadi pada film ini adalah saat Li JianJian dirasa sudah cukup besar. Ling Xiao membeli beberapa pakaian dalam wanita secara diam-diam walaupun pada akhirnya ketauan juga sih~ Li JianJian hidup di kelilingi dengan 4 laki-laki, kedua kakaknya, ayahnya, dan ayah Ling Xiao. Mereka ber empat sempat kebingungan saat mengetahui bahwa Li JianJian mengalami PMS pertama, secara, mereka tidak merasakan hal yang sama dan tidak tau cara menanganinya. Kocak banget deh! Apalagi Li JianJian ini tomboy banget, jadi terlalu terbuka walaupun yang sedang dibahas itu adalah privasi wanita.

 

-

 

Tapi, siapa sangka kalau semakin dewasa, masalah akan datang satu persatu. Mulai dari kedatangan orang yang berasal dari masa lalu, ibu Ling Xiao yang tiba-tiba datang dan mengalami kecelakaan hingga membuat dirinya sulit untuk berjalan membuat Ling Xiao terpaksa untuk membantu dan menemani sang ibu di Siangapura.


Lalu diikuti oleh Zi Qiu yang merasa tidak enak dengan Ayah Li HaiChao yang selama ini telah membesarkannya, ia tidak ingin memberatkan sang Ayah bila harus terus dibiaya hidup, apalagi biaya kuliah yang sangat mahal. Zi Qiu memilih untuk kuliah di Inggris dan tinggal bersama ayah kandungnya.


Mengetahui kedua hal ini Li JianJian merasa sangat sedih dan terpukul, kedua kakak nya terpaksa harus meninggalkannya demi mengurus dan bertemu dengan salah satu orangtuanya yang selama ini tidak membesarkannya. Li JianJian yang marah, memilih untuk pergi kerumah neneknya demi menghindar dari sang kakak yang akan pergi. Tidak ada kata perpisahan atau pun pelukan, semuanya terjadi begitu saja. Setelah beberapa bulan menghindar dari kedua kakaknya, Li JianJian berubah pikiran dan kembali berkomunikasi dengan kakak-kakaknya.

-

9 tahun lamanya tidak kembali ke China, Ling Xiao dan Zi Qiu berencana untuk memberi kejutan kepada Li JianJian. Hal ini berjalan tidak sesuai rencana, mereka bertemu di sebuah kantor polisi karena terjadinya salah paham antara Li JianJian yang mengira Zi Qiu adalah seorang laki-laki mesum. Walaupun pertemuan mereka ini terjadi sangat tidak menyenangkan, mereka bertiga kembali akrab seperti dahulu kala.


Ling Xiao bekerja sebagai dokter gigi, pekerjaan ini adalah cita-citanya sedari remaja karena Li JianJian sangat takut dengan dokter gigi. Dia ingin merubah persepsi Li JianJian, dan membantu Li JianJian jika sedang sakit gigi. Sedangkan Zi Qiu kembali ke China dengan membuka bisnis dessert, hal ini dilakukannya karena ingin sang adik Li JianJian dapat memakan dessert sepuas dan sesuka hatinya.


Hmmm, kira-kira masih ada gak ya kakak seperti itu? Gue juga mau~

-

Beberapa saat kembalinya kedua kakak Li JianJian, tiba waktunya Ling Xiao mengungkapkan perasaannya kepada Li JianJian. Sungguh, ini sangat diluar dugaan. Gue gak mengira kalau pada akhirnya Ling Xiao itu suka dengan Li JianJian. Ya sah sah aja sihhh, karena mereka bukan saudara kandung, hanya dianggap sebagai kakak aja.


Walaupun hubungan ini berjalan secara backstreet, gue rasa Ling Xiao cukup gentle di depan Li JianJian dan pengen banget untuk mengumumkan hubungan mereka ke orangtuanya terlebih dahulu. Tapi ya emang sangat disayangkan aja sih, Ling Xiao difilm ini perannya terlalu “cowok film” banget, jadi ga terlihat natural. Karena gue kaget kenapa Ling Xiao tiba-tiba berani banget cium Li JianJian tanpa basa-basi :’)







Overall film ini oke banget di tonton buat yang suka drama kekeluargaan, karena di film ini kental banget asian parentnya, banyak pelajaran yang didapat dari film ini. Secara garis besar, kita harus selalu berbakti kepada orangtua sejahat apapun orangtua kita, menghargai orangtua adalah salah satu hal yang paling menonjol difilm ini.


Seberat apapun masalah yang kita miliki, pasti sebagai anak, kita akan kembali ke orangtua, entah hanya untuk berteduh, meminta bantuan hingga mencari sandaran. Keluarga Li HaiChao memang bukan berasal dari keluarga yang kaya raya, tapi hati ayah Li HaiChao sangatlah besar, dari karakter sang ayah ini kita akan sadar bahwa materi bukanlah segalanya, kasih sayang dan hubungan yang dibangun tidak bisa di tukar dengan materi sebanyak apapun.


Drama serial ini cocok ditonton bagi kamu yang suka nonton film dengan bahasa apapun yang penting filmnya bagus :p


Kurang lebih, film ini mirip-mirip dengan Reply 1988. Jalan cerita yang sulit di tebak hingga masalah kekeluargaan yang mengalir di sepanjang film ini. dan yang tidak kalah penting adalah, nonton film ini harus siap laper! Karena banyak banget scene makan-makan enaknya hahaha kalo lagi akhir bulan, yaudah sabar dulu aja ya guys. Makan nasi sambil nonton film ini juga bakal kerasa enak kok hehe


Film ini sudah tersedia di Netflix dan gue sarankan di tonton untuk usia 13 tahun ke atas ya guys~


Nah, gimana pendapat kalian tentang film ini? kita diskusi bareng yuk di kolom komentar! :)


Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search